Qosidah SDN 3 Sukajadi juara 1

Sabtu, 25 Maret 2017




Qosidahsdn3sukajadi

Kamis, 26 November 2015

SD NEGERI 3 SUKAJADI KECAMATAN SADANANYA
MENJADI SEKOLAH PERCONTOHAN KARENA DIBERLAKUKANNYA BAJU MUSLIM PADA SETIAP HARI JUMAT

setiap negara memiliki kebijakan masing-masing dalam menentukan kewajiban mengenakan seragam bagi para siswa
, khususnya pada siswa sekolah dasar dan menengah. Di Indonesia, ketentuan mengenakan seragam sekolah diterapkan secara beragam, baik berdasarkan jenjang maupun jenis pendidikan.
Berdasarkan jenjang sekolah, pada umumnya seragam yang dikenakan siswa di Sekolah Dasar (SD/MI) berwarna putih (baju/bagian atas) dan merah (celana atau bagian bawah). Sementara di Sekolah Tingkat Pertama (SMP/MTs) berwarna putih (baju/bagian atas) biru (celana atau bagian bawah), sedangkan untuk seragam Sekolah Tingkat Atas (SMA/MA) berwarna putih (baju/bagian atas) abu-abu (celana atau bagian bawah). Ketentuan berseragam tersebut boleh dikatakan berlaku secara nasional. Kendati demikian, untuk sekolah-sekolah swasta, ada yang menerapkan secara penuh ketentuan seragam di atas, namun ada pula yang menerapkan ketentuan seragam khusus sesuai dengan kekhasan dari sekolah yang bersangkutan. Pada sekolah-sekolah muslim, ketentuan berseragam sekolah disesuaikan dengan ajaran Islam (misalnya, mengenakan jilbab bagi siswa perempuan, atau bercelana panjang pada siswa laki-laki).
Sejalan dengan penerapan konsep School Based Management, saat ini ada kecenderungan sekolah-sekolah negeri pun mulai menentukan kebijakan seragam sekolahnya masing-masing. Pada hari-hari tertentu mewajibkan siswanya untuk mengenakan seragam khas sekolahnya, meski ketentuan “seragam standar nasional” masih tetap menjadi utama dan tidak ditinggalkan.
            Seperti  yang terjadi di SD Negeri 3 Sukajadi Kecamatan Sadananya yang mewajibkan seluruh siswa siswinya untuk memakai baju muslim setiap hari Jumat, sehingga sekolah tersebut menjadi salah satu sekolah Islami dan patut menjadi percontohan bagi sekolah lain terutama di Kecamatan Sadananya.
Ide pembuatan baju muslimah ini pertama kali di ungkapkan oleh salah satu guru disekolah tersebut yang kemudian disetujui oleh Kepala Sekolah, dan akhirnya dibuatlah peraturan yang mengharuskan siswa – siswi SDN 3 Sukajadi pada setiap hari jumat harus mengenakan baju muslim/muslimah sehingga terciptalah nuansa sekolah yang Islami walaupun bukan sekolah yang berbasis madrasah..
Sebetulnya di kota – kota besar kebijakan seperti ini sudah ada sejak lama, namun di kecamatan Sadananya  baru SDN 3 Sukajadi lah yang memiliki kebijakan tersebut, yang Insya Alloh lambat laun akan di ikuti oleh Sekolah – sekolah lain di Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis.
Pada sekolah-sekolah tertentu, kewajiban mengenakan seragam telah menjadi bagian dari tata-tertib sekolah dan dilaksanakan secara ketat, mulai dari ketentuan bentuk, bahan, atribut yang dikenakannya, bahkan termasuk cara pembeliannya. Penerapan disiplin berseragam yang sangat ketat, kerapkali “memakan korban” bagi siswa yang melanggarnya, mulai dari teguran lisan yang terjebak dalam kekerasan psikologis sampai dengan tindakan kekerasan hukuman fisik (corporal punishment).
Sama seperti kejadian di beberapa negara lain, ketentuan mengenakan seragam sekolah ini keberadaannya selalu mengundang pro-kontra. Di satu pihak ada yang setuju dan di pihak lain tidak sedikit pula yang memandang tidak perlu ada seragam sekolah, tentunya dengan argumentasi masing-masing. Bahkan di mata siswa pun tidak mustahil timbul pro-kontra. Lumsden (2001) menyebutkan beberapa keuntungan penggunaan seragam sekolah, diantaranya: (1) dapat meningkatkan keamanan sekolah (enhanced school safety); (2) meningkatkan iklim sekolah (improved learning climate), (3) meningkatkan harga diri siswa (higher self-esteem for students), dan (4) mengurangi rasa stress di keluarga (less stress on the family).
Menarik, apa yang dikembangkan di SMA de Britto Yogyakarta, yang tidak mewajibkan siswanya mengenakan seragam secara ketat. Kecuali hari Senin dan hari-hari lain yang diumumkan oleh sekolah, para siswa diperbolehkan mengenakan pakaian bebas, yaitu baju atau kaos yang berkrah dan celana panjang bukan kolor. Meski tidak secara ketat menerapkan aturan berseragam, tetapi para siswanya tampaknya dapat menunjukkan prestasi yang membanggakan, baik secara akademik mau pun non akademik.
Hal lain yang mungkin perlu kita pertanyakan, kenapa pada umumnya siswa laki-laki di SMP saat ini masih diwajibkan mengenakan seragam dengan celana pendek. Secara psikologis, sebetulnya para siswa SMP tidak lagi disebut anak, mereka adalah kelompok siswa yang sedang memasuki remaja awal, dalam dirinya sedang terjadi perubahan yang signifikan, baik secara fisik mau pun psikis, termasuk di dalamnya ada keinginan mereka untuk menjadi dirinya sendiri dan memperoleh pengakuan untuk tumbuh dan berkembang menjadi orang dewasa. Kenapa tidak diberikan kesempatan untuk itu? Demikian pula dalam pandangan Islam, usia siswa SMP pada dasarnya sudah termasuk masa aqil baligh dan sudah dikenakan kewajiban (atau paling tidak dibelajarkan) untuk melaksanakan ibadah Shalat. Dengan kewajiban mengenakan celana pendek tentunya akan menjadi hambatan tersendiri untuk menjalankan ibadahnya.
Berseragam atau tidak berseragam memang menjadi sebuah pilihan, tetapi yang paling penting dalam proses pendidikan adalah bagaimana siswa dapat dikembangkan secara optimal segenap potensi yang dimilikinya sehingga mampu menunjukkan prestasinya, baik dalam bidang akademik maupun non akademik.

 
 










Penulis: Gigin Ginanjar, S.Pd.I.
Mahasiswa Pasca Sarjana di Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis angkatan 2015
Salah satu guru SDN 3 Sukajadi sedang melaksanakan proses Pembelajaran
 
 



pendidikan kesenian untuk anak

Kamis, 25 September 2014

NAMA : GIGIN GINANJAR PRODI : PGMI SEMESTER :VIIC MATAKULIAH : PENDIDIKAN KESENIAN DOSEN : Drs. AAN KUSDIANA, M.Pd PENDIDIKAN SENI UNTUK ANAK Seni untuk anak-anak berbeda dengan seni untuk orang dewasa karena karakter fisik maupun mentalnya berbeda. Hal ini penting diperhatikan khususnya dalam melakukan penilaian karya anak didik, supaya hasil kreasi anak tidak diukur menurut selera dan kriteria keindahan orang dewasa. Fungsi seni dalam pendidikan berbeda dengan fungsi seni dalam kerja profesional. Seni untuk pendidikan difungsikan sebagai media untuk memenuhi fungsi perkembangan anak, baik fisik maupun mental. Sedang seni dalam kerja profesional difungsikan untuk meningkatkan kemampuan bidang keahliannya secara professional. Pendidikan seni bisa beragam bentuknya, seperti seni musik, seni rupa, seni tari, drama, dsb. Masing-masing dari seni tersebut mengajarkan ketrampilan yang berbeda sesuai bakat anak. Namun tujuannya tetaplah sama yaitu merangsang saraf motorik anak untuk berkreasi tanpa batas, membentuk pola pikir kreatif, serta memberikan keterampilan seni yang sangat berperan dalam kehidupannya. Pengembangan keterampilan seni bisa dilakukan dengan banyak cara, seperti pendidikan seni dalam organisasi formal atau informal, penanaman nilai-nilai seni oleh para orang tua atau bakat spontan yang terkadang membuat pendidikan seni menjadi lebih mudah diserap. Pendidikan seni anak dikemas lebih menarik dan sesuai dengan pola pikir anak seusianya. Pemberian materinya lebih santai dan tidak menuntut aak untuk selalu menghasilkan karya yang baik. Pengajar seni hanya bertugas untuk mengomentari dan memberikan masukan yang konstruktif demi meningkatkan kemampuan seninya. Pemberian masukan juga harus menggunakan bahasa yang mudah diterima oleh otak anak seusianya. Dalam pemberian materi seni, anak harus dibuat sebisa mungkin merasa nyaman dan membentuk pola pikir anak bahwa seni itu indah, menyenangkan dan bermanfaat bagi dirinya kelak. Pandangan anak terhadap seni masih semu dan sangat sederhana. Oleh karena itu, pengajar seni harus mampu mengkomplekskan pola pikirnya tentang seni yang beragam. Seni bukan lagi menjadi pengembangan diri sampingan tetapi sudah menjadi pendidikan fundamental pendukung kesuksesan seseorang, karena dalam kehidupan bermasyarakat keterampilan selalu diperhatikan. Dengan kemajuan teknologi medis selama dekade terakhir, pemahaman akan pertumbuhan dan perkembangan otak anak terus dikembangkan. Memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menjadi kreatif saat bermain adalah landasan praktek yang sesuai dengan tahapan perkembangan. Seni adalah sebuah jalan untuk membimbing anak-anak muda ke arah kreativitas dan perkembangan otak yang sehat. Bereksperimen dengan media seni, menawarkan otak anak muda kesempatan untuk memperkuat jalur saraf, yang menghasilkan sesuatu kemampuan di bidang kreativitas, imajinasi, integrasi sensorik dan motorik halus. Kemampuan anak untuk bercerita atau menggambarkan suatu hal, dapat meningkatkan kemampuan bahasa dan perkembangan emosi sosial mereka. Melalui pendidikan seni usia dini, anak-anak yang diberikan kesempatan untuk belajar dan terlibat dalam seni tidak hanya memperoleh pengetahuan dan pemahaman akan seni, tapi juga manfaat di bidang bahasa, keterampilan, kesiapan prasekolah, apresiasi musik, percaya diri dan pemahaman akan dirinya sendiri. Karena pekerjaan utama seorang anak adalah bermain, maka memberikan anak-anak kesempatan untuk belajar dengan konsep yang sesuai dengan usia dan tahapan perkembangannya.

pramuka SD Negeri 3 Sukajadi

Senin, 22 September 2014

GARA GARA KURIKULUM 2013 EKSTRA KURIKULER PRAMUKA SEMAKIN GEBYAR DI LAKSANAKAN DI SD NEGERI 3 SUKAJADI Penulis Gin Gin ginanjar Sebelum adanya kurikulum 2013 kegiatan ekstra kurikuler pramuka seolah paremen obor, di beberapa sekolah dasar di kwaran sadananya pramuka sangat asing di telinga para siswa,jangankan murid-muridnya para guru pun seolah tidak peduli terhadap pramuka, melihat beberapa tahun kebelakang ini jarang dilaksanakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kepramukaan. Di sekolah dasar negeri 3 sukajadi pramuka sangat di sukai dan di senangi baik oleh siswa maupun guru karena dalam kegiatan pramuka tidak hanya melatih kedisiplinan,kemandirian siswa akan tetapi permainan permainan nya yang begitu menarik dan menyenangkan sehingga para siswa antusias untuk melaksanakan kegiatan pramuka. Kurikulum2013 menjadikan ekstra kurikuler pramuka wajib ,ini sesuai dengan permendikbud no 81A, sehingga semua personil SD Negeri 3 Sukajadi semakin kompak saja hampir semua guru ikut melaksanakan kegiatan pramuka, diantaranya: ,Kikah Mulya,S.Pd , Tati Herdiati, Eka Komiyati, Hj.Mimin Karmini, dkk. Diantara siswa yang banyak: Riyan Nuryana,adi ridwan,Revando dan rizal fauzi ,dll mereka lah yang paling rajin mengikuti ekstra pramuka .

rencana pendidikan dan masa depan

Senin, 12 November 2012

RENCANA SAYA UNTUK MASA DEPAN.

planing saya dari dulu ingin sekali mengenyang pendidikan setinggi mungkin. selagi orang tua mampu atau selagi ada kesempatan,, saya akan terus belajar dan belajar. supaya kelak jadi orang yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

meskipun saya tau bahwa orang tua saya mungkin tidak akan mampu,tapi saya akan berusaha dengan sekuat teanaga.. toh jika orang tua sdah tidak bisa,, masi ada beasiswa ,, semoga saja dapet beasiswa.. hehe

karena masa depan saya tergantung perjuangan saya di masa sekarang.

piduana ka sadayana....

PENGALAMAN TERBURUK

pengalaman idup saya

Nama saya gin gin ginanjar umur kira kira 20 taun, semasa idup,saya tidak pernah menyerah dalam segala sesuatu hal . karena sya bukan type orang yang gampang menyerah, disini saya akan sedikit berbagi tentang pengalaman hidup saya.

dahulu ketika saya menginjakan kaki di sekolah dasar prestasi saya di bidang akademik bisa di bilang cukup baik dan memuaskan karena saya termasuk orang yang aktif dalam segala hal. ketika di sekolah dasar saya pernah mengikuti lomba tingkat(pramuka) tingkat III. namun saya lupa dapet juara kebarapa.

akan tetapi ketika saya mulai masuk SMP ,prestasi saya mulai menurun dan bahkan saat itu sampai drop sekali, karena sering di bully oleh teman teman. dalam benak saya itulah cobaan terbesar dalam hidup saya.
dampaknya males sekolah, enggan berkreatifitas dll.

namun ketika mulai memasuki SMA saya mulai menata kembali semuanya dan bangkitt dari keterpurukan hingga akhirnya keadaan kembali normal seperti sedia kala. saya mulai aktif lagi,dan mulai punya prestasi kembali.

wahh pemirsa masi banyak lagi pengalam hidup saya yang sangat teragis dan penuh pengorbanan. kita sambung lain kali oke sobatt ....

sea you letter assalamualaikum Wr.Wb

kattmut

Kamis, 18 Oktober 2012

nyobaan